apa itu outsourcing

apa itu Outsourcing, yaitu alih daya. Diartikan sebagai contract (work) out. Tindakan mengalihdayakan beberapa kegiatan perusahaan dan hak pengambilan keputusan kepada pihak lain (outside provider) dalam suatu kontrak kerja sama.

Seringkali outsourcing disamakan dengan jasa penyalur tenaga kerja. Sebenarnya outsourcing adalah pemindahan fungsi pengawasan dan pengelolahan suatu proses bisnis kepada perusahaan penyedia jasa.

Pasal 64 Undang-Undang Nomer 13 Tahun 2003 tentang Ketatanegaraan : Outsourcing merupakan suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha dengan tenaga kerja, dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis.

Pasal 1601 b KUH Perdata : Outsourcing disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Sehingga pengertian outsourcing adalah suatu perjanjian dimana pemborong mengikat diri untuk membuat suatu kerja tertentu bagi pihak lain yang memborongkan dengan menerima bayaran tertentu dan pihak yang lain yang me pemborongkan, mengikatkan diri untuk memborongkan pekerjaan kepada pihak pemborong dengan bayaran tertentu.
Kepres Nomer 18 Tahun 2000, pada pasal 6 dan pasal 28 :Outsourcing adalah suatu pola pengadaan yang mengalihkan sebagian kegiatan pengadaan barang atau jasa kepada penyedia barang atau jasa yang mempunyai keahlian dibidangnya yang mencakup layanan kegiatan operasi, rencana kebutuhan barang, proses pembeliaan, kepabeanan, pengelolaan invetori, sistem suplai dan distribusi

“Outsourcing merupakan hasil samping dari Business Proses Reegenering (BPR), yakni perubahan yang dilakukan secara mendasar oleh suatu perusahaan dalam proses pengelolahannya, bukan hanya melakukan perbaikan. – Dr. Richardus Eko Indrajit dan Richardus Djokopranoto “

Survei Forrester Research Inc, sebuah lembaga di AS menyebutkan bahwa pada tahun 2010 sekurang-kurangnya 3,3 juta pekerjaan kerah putih, dan sekitar US$136 milliar gaji bakal berpindah dari AS ke negara-negara berbiaya lebih murah. Selain itu sekitar 210 ribu pekerjaan non-IT telah dialihkan dari Inggris ke negara-negara lain yang menghasilkan penghematan sebesar US$5,34 miliar. Nilai outsourcing khusus bidang SDM di AS yang meliputi pengelolaan gaji, rekrutmen, layanan informasi, call center, dan pelatihan, kini telah mencapai US$10 milliar.

Baca juga :

Sejauh ini gelombang besar kecenderungan outsourcing dunia lebih banyak dinikmati oleh negara-negara yang sisi regulasi dan kualitas SDM telah siap. apa itu oursourcing di negara lain ? Seperti India yang menerima limpahan bisnis outsourcing dari perusahaan-perusahaan besar Amerika dengan nilai US$ 57 milliar. Jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 4 juta orang dengan konstribusi Gross Domestic Product (GDP) sebesar 7%.

Besaran gaji di India dan negara berkembang lainnya hanya 60% dari besaran gaji yang diterima oleh para pekerja AS dan Eropa. Sebagai perbandingan, seorang insinyur India yang baru lulus akan menerima gaji sebesar US$500 hingga US$ 600 saja per bulan. Jauh di bawah angka yang diterima oleh pekerja dengan kualifikasi yang sama dari AS dan Eropa yang mencapai US$ 2.500 hingga US$ 3.000.

Jika perusahaan hanya mau merekrut karyawan tetap dan tidak memperbolehkan adanya tambahan karyawan baru, sementara jumlah pekerjaan bertambah banyak, maka jalan keluarnya adalah merekrut karyawan outsource.

Alasan utama berkembangnya kegiatan outsourcing adalah untuk efesien usaha. Untuk bisa efesien, perusahaan mestinya tidak mengerjakan semua hal sendiri. Selain lebih efesien, praktik outsourcing juga mengurangi panjang dan rumitnya mata rantai kendali manajemen usaha. Tanpa outsourcing, perusahaan akan semakin tambun sehingga tidak lincah bergerak.

Bekerja sebagai karyawan outsourcing sedikit banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman. Dalam jangka waktu yang terbatas itu (1 hingga 3 tahun tergantung dari kebutuhan perusahaan pengguna), karyawan bisa belajar beradaptasi dengan dunia kerja, dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Apalagi beberapa training juga turut diberikan pada karyawan outsourcing ini, sehingga soft skill dan hard skill karyawan pun akan terasah. Pada akhirnya, ketika karyawan sudah merasa memiliki waktu yang tepat untuk membangun karier sebagai karyawan outsourcing itu.

 

 

Alasan melakukan Outsourcing :

1. Fokus pada core bisnis
2. Perampingan organisasi
3. Peningkatan produktifitas
4. Pekerjaan musiman
5. Produk baru
6. Ingin membagi resiko
7. Menyerahkan kepada pihak yang lebih kompeten

Alasan lain melakukan Outsourcing :

1. Produk yang sudah stabil dan menggunakan teknologi lama bisa dikembangkan di perusahaan mitra
2. Mengurangi beban keterbatasan lahan untuk pengembangan perusahaan di kawasan industri
3. Pekerjaan musiman
4. Memperoleh sumber daya yang tidak dimiliki sendiri
5. Mengurangi turn over karyawan